Klasifikasi Kingdom Chromista

Kingdom Chromista adalah kelompok organisme eukariotik yang diperkenalkan oleh Cavalier-Smith pada tahun pada tahun 1981. Dalam artikel Kingdom Chromista ini menjelaskan bahwa organisme Chromista pada awalnya adalah masuk ke dalam kingdom Protista di sistem klasifikasi 5 kingdom. Selama beberapa dekade, para ahli taksonomi berdebat mengenai batas antara Protista dan Plantae. Setelah dilakukan analisis biokimiawi, sitologis dan molekular kelompok organisme tersebut memiliki perbedaan dengan Protista dan Plantae. 

Pemisahan dari kingdom Protista dikarenakan Chromista memiliki ciri pembeda, pertama yakni memiliki flagel yang ditutupi dengan tubular hair yang disebut mastigoneme untuk lokomosi. Mastigonemes terdiri dari dua struktur, bipartite atau tripartite (gambar 1). 
Gambar 1. Struktur flagella pada Kingdom Chromista.

Baca juga: Klasifikasi Mahluk Hidup 7 Kingdom

Ciri pembeda kedua yakni kloropas pada Chromista tidak berada di sitosol seperti halnya plantae. Kloropasnya terletak di dalam lumen retikulum endoplasma granula (gambar 2). Kloropas dalam RE tersebut juga lanjutan dari nukleus. Di dalam kloroplas, lamela tilakoidnya tersusun atas tiga lapis. Selain itu, kloropas juga mengandung komponen yang peka terhadap cahaya yang disebut “bintik mata” atau stigma yang tersusun atas granula yang berpigmen.


Gambar 2. Struktur Kloropas Retikulum Endoplasma (KRE).
Disamping itu, Chromista memiliki jenis klorofil c sementara pada tumbuhan memiliki klorofil b. Jika pada kingdom plantae cadangan makanan disimpan dalam bentuk tepung, maka cadangan makanan Chromista disimpan dalam bentuk minyak leukosin dan chrysolaminarin.
Ciri ketiga yakni, struktur mitokondria dari Chromista. Pada umumnya, struktur mitokondria berbentuk membulat dengan membran luar dan membran dalam yang disebut krista lamelar. Pada Chromista, membran dalam mitokondria berbentuk krista tubular (Gambar 3). 
Gambar 3. Bentuk krista tubular mitokondria pada Kingdom Chromista (kanan). 
(ML) Membran luar; (MD) Membran dalam; (KT) Krista tubular; 
(KL) Krista lamelar; (M) Matriks mitokondria. Credit: John A. Craig
Ciri-ciri Kingdom Chromista secara umum disajikan dalam tabel berikut:
Pigmen utama

Klorofil a; klorofil c; a & ß karoten; xantofil; klorofil b.

Cadangan Makanan

Chrysolaminarin (ß-1,3 terikat glukan), dibentuk di vesikel luar kloroplas

Kloroplas

Terdiri dari dua lapis membran dan diselubungi dua lapis membran dari retikulum endoplasma granula.

Dinding Sel

Bervariasi, selulosa; beberapa mengandung silikon

Flagella

Flagel ditutupi rambut (mastigoneme) dengan tipe bipartite atau tripartite

Krista Mitokondria

tubular


Taksonomi Kingdom Chromista

Sejak pertama kali dikemukakan adanya pengertian Kingdom Chromista, setidaknya sudah ada beberapa kali revisi dalam pengelompokan anggotanya. Berikut adalah klasifikasi Kingdom Chromista terbaru beserta ciri-ciri, contoh, habitat, bentuk, dan peranan Kingdom Chromista.

Jika Anda menggunakan HP untuk browsing, silahkan gunakan mode potrait agar tabel bisa dibaca semua.

TAKSON

Ciri-ciri

Filum

Kelas

Contoh

Habitat

Bentuk

Peranan

Haptista

Coccolithophyceae

Emiliania huxleyi,

Coccosphaera atlantica,

Coccolithus abisectus

Laut

Uniseluler/koloni, memiliki dua kloroplas, pigmen coklat, dua flagel.

Fitoplankton

Pavlovophyceae

Pavlova lutheri,

Diacronema vlkianum,

Rebecca salina

Pantai dan laut

Uniseluler, filamen, memiliki bintik mata, dua flagel tripartite

Fitoplankton

Rappephyceae

Rappemonas

Air tawar dan laut

Uniseluler, memiliki dua kloroplas

Fitoplankton

Centrohelea

Oxnerella maritima, Raphidiophrys contractilis

Air tawar dan laut

Uniselular spherical, memiliki axopoda radial

Fitoplankton

Cryptista

Cryptophyceae

Cryptomonas caudata

Air tawar, payau dan laut

Uniseluler, pipih, memiliki dua flagel, ejectosome.

Fitoplankton

Picomonadea

Picomonas

Laut

Uniseluler, memiliki dua flagel

Fitoplankton

Telonemea

Telonema antarctica

Laut

Uniseluler, memiliki korteks microtubular dua lapis

Fitoplankton

Bigyra

Bikosea

Bicosoeca ainikkiae

Laut

Uniseluler, tidak memiliki kloropas, lorica, dua flagel

Plankton

Opalinea

Protoopalina ping

Usus halus dan kloaka Anura

uniseluler

Parasit

Labyrinthulea

Labyrinthula algeriensis

Laut

Uniseluler, menghasilkan jarring filamen untuk menyerap nutrisi inang

Parasit dan dekomposer

Placididea

Placidia cafeteriopsis

Laut

Uniseluler, memiliki dua flagel, mastigoneme

fagotrofik

Ochrophyta

Bacillariophyceae (Diatom)

Bacillaria paradoxa, Surirella spiralis

Air tawar dan laut

Uniseluler yang terdiri dari dua bagian (epiteka dan hipoteka), dinding sel dari zat silika/kersik

Fitoplankton, bahan isolasi, penyekat, dinamit, penggosok

Bolidophyceae

Bolidomonas mediterranea

Laut

Uniseluler, biflagel, mirip diatom namun   tidak ada kersik

Fitoplankton

Chrysophyceae 
(Alga Keemasan)

Prymnesium parvum, Dinobryon divergens

Air tawar dan laut

Batang / seperti telapak tangan, dinding sel dari zat silika / kersik

Fitoplankton

Eustigmatophyceae

Chlorobotrys regularis

Laut

Uniseluler, memiliki coccoid, bintik mata terpisah dengan kloroplas

Fitoplankton

Dictyochophyceae

Dictyocha aspera

Laut

Uniseluler, memiliki spika dari zat kersik

Fitoplankton

Phaeophyceae (Alga Coklat)

Sargassum siliquosum, Fucus distichus, Turbinaria australis, Laminaria, Macrocystis

Air tawar, pantai, laut

Multiseluler, seperti tumbuhan tingkat tinggi, dinding sel selulosa dan asam alginat

Fitoplankton, asam alginat untuk industri makanan dan farmasi

Raphidophyceae

Gonyostomum semen

Air tawar dan laut

Uniseluler, tidak memiliki dinding sel, biflagel

Fitoplankton

Xanthophyceae 
(Alga Kuning-Hijau)

Botrydium granulatum

Sebagian besar air tawar; laut; tanah

Uniseluler, filamen, koloni,

Fitoplankton

Pseudofungi (Oomycota)

Bigyromonadea

Develorapax marinus

Perairan dalam

Uniseluler, tidak memiliki kloroplas

Fagotrofik

Hyphochytrea

Canteriomyces stigeoclonii

Terrestrial

Uniseluler, flagel dengan tubular hair, memiliki hifa / rizoidal

Oomycetes

Phytophthora infestans

Patogen

Uniseluler, filamen, dinding sel dari selulosa

Parasit

Keterangan: Filum dan Kelas dengan warna biru (Subkingdom Hacrobia); hijau (Subkingdom Hacrosa)

A. Subkingdom Hacrobia

Filum Haptista

Subfilum  Haptophytina

Kelas Coccolithophyceae (contoh: Emiliania, Isochrysis, Prymnesium)

Kelas Pavlovophyceae (contoh: Diacronema, Pavlova)

Kelas Rappephyceae

Subfilum Heliozoa

Kelas Centrohelea (contoh: Oxnerella, Polyplacocystis, Acanthocystis)

Filum Cryptista

Subfilum Rollomonadia

Superkelas Cryptomonada

Kelas Cryptophyceae (contoh: Guillardia)

Kelas Goniomonadea (contoh: Goniomonas)

Superkelas Leucocrypta

Kelas Leucocryptea

Ordo Kathablepharida (contoh: KathablepharisRoombia)

Subfilum Palpitia

Kelas Palpitea (contoh: Palpitomonas)

Subfilum Corbihelia

Superkelas Endohelia

Kelas Endohelea

Ordo Microhelida (contoh: Microheliella)

Ordo Heliomonadida (contoh: Heliomorpha)

Superkelas Corbistoma

Kelas Picomonadea

Ordo Picomonadida (contoh: Picomonas)

Kelas Telonemea

Order Telonemida (contoh TelonemaLateronema)

B. Subkingdom Harosa

Infrakingdom Halvaria

Superfilum Heterokonta

Superfilum Alveolata

Infrakingdom Rhizaria 

Contoh Nama Latin (Ilmiah) Kingdom Chromista

Emiliania huxleyi

Emiliania huxleyi.
Credit: Alison R. Taylor (University of North Carolina Wilmington Microscopy Facility)


Emiliania huxleyi adalah spesies dari kelas Coccolithophyceae dengan distribusi global dari daerah tropis hingga perairan subarctic. Spesies tersebut merupakan salah satu dari ribuan plankton di zona eufotik laut, mampu berfotosintesis. E. huxleyi adalah fitoplankton bersel tunggal tertutup dengan cakram kalsit unik yang disebut coccolith. Organisme ini sering dijumpai di sedimen laut. Dalam penemuan E. huxleyi, tidak hanya berupa cangkang, tetapi juga bagian lunak organisme dapat ditemukan dalam sedimen. Organsime ini menghasilkan sekelompok senyawa kimia yang sangat tahan terhadap dekomposisi. Senyawa ini kimia, yang dikenal sebagai alkenones, yang dapat ditemukan dalam sedimen laut lama setelah bagian lunak lain dari organisme telah membusuk. Alkenones yang paling sering digunakan oleh para ahli geologi untuk memperkirakan suhu permukaan laut di masa lalu. Adapun klasifikasi Emiliania huxleyi adalah sebagai berikut:

Empire: Eukaryota
Kingdom: Chromista
Subkingdom: Hacrobia
Filum: Haptista
Subfilum: Haptophytina
Kelas: Coccolithophyceae
Subkelas: Prymnesiophycidae
Ordo: Isochrysidales
Famili: Noelaerhabdaceae
Genus: Emiliania
Spesies: Emiliania huxleyi

Referensi
  • Bendif et al. 2011. Integrative Taxonomy of the Pavlovophyceae (Haptophyta): A Reassessment 
  • Cavalier-Smith. 1998. A revised six-kingdom system of life
  • Cavalier-Smith et al. 2015. Multiple origins of Heliozoa from flagellate ancestors: New cryptist subphylum Corbihelia, superclass Corbistoma, and monophyly of Haptista, Cryptista, Hacrobia and Chromista 
  • Gibbs. 1981. The Chloroplast Endoplasmic Reticulum: Structure, Function, and Evolutionary Significance
  • Guiry, M.D. & Guiry, G.M. 2016. AlgaeBase. World-wide electronic publication, National University of Ireland
  • Shalchian-Tabrizi, K. et al. 2006. Telonemia, a new protist phylum with affinity to chromist lineages.


    Lecturer Science Communicator Governing Board of Generasi Biologi Indonesia Foundation
    Exit mobile version