Benci Rasa Daun Ketumbar, Mungkin itu Faktor Genetik

waktu baca 2 menit
Minggu, 24 Sep 2023 14:40 0 644 Maulana Malik Nashrulloh

Oleh: Maulana Malik Nashrulloh

Daun Ketumbar, atau Cilantro Leaf, siapa yang tidak familiar dengan salah satu bumbu dapur ini. Bagi rekan yang pernah ke Negeri Gajah Putih, Thailand, tentu sangat familiar dengan olahan Tom yum (ต้มยำ) yang menggugah selera. Mau berlauk udang, ikan, daging, sedap! Nah, daun ketumbar ini merupakan salah satu bumbu yang menyusun bumbu tom yum. Daun ini lah yang memberikan sensasi rasa asam, segar, serupa jeruk… Tapi, ah apa bener? Ya, tidak semua orang suka daun ketumbar. Sebagian merasakan, rasanya seperti makan sabun atau deterjen. Loh kok?

Seberapa banyak orang benci daun ketumbar?

Tahukah anda, orang benci rasa daun ketumbar ini ternyata lebih sering dijumpai di daerah yang jarang atau tidak menggunakan daun ketumbar dalam resep masakannya. Penelitian oleh Mauer dan Al-Sohemy pada tahun 2012 [1] menemukan bahwa prevalensi orang benci rasa daun ketumbar lebih rendah (4-7 %) di daerah Asia Selatan, Amerika Latin, dan Timur Tengah yang mana ketiga daerah tersebut menggunakan daun ketumbar di resep-resep mereka. Di belahan bumi selain tiga tempat itu, prevalensinya lebih tinggi, sekitar 20%.

Apakah yang menyebabkan orang benci rasa daun ketumbar? Penelitian oleh Eriksson dkk. [2] mungkin memberi jawaban. Dalam penelitian tersebut, Eriksson dkk. melakukan Genome Wide Associated Study (GWAS) kepada 14.604 partisipan dari berbagai ras. Mereka menemukan bahwasannya adanya Single Nucleotide Polymorpism (SNP) tertentu (rs72921001) pada gen OR6A2, salah satu gen yang mengkode reseptor olfaktori kita.

SNP meruapakan variasi genetik dimana salah satu basa penyusun gen ini Variasi genetik pada gen ini lah yang membuat orang merasakan rasa sabun pada olahan yang menggunakan daun ketumbar seperti tom yum. Dikaitkan dengan rasnya, orang-orang Afro-Amerika, Latino, Asia Timur, dan Asia Selatan lebih tidak peka terhadap rasa sabun, hanya 3.9-9.2 % populasi yang peka rasa sabun. Sementara orang-orang Eropa lebih peka dengan 13 % yang peka rasa sabun daun ketumbar.

Jadi anda masuk yang mana? Mulai sekarang, kalaulah anda makan tom yum dan merasakan rasa sabun di hidangan anda, percayalah, itu karena genetik anda, bukan seseorang memasukkan sabun ke dalam hidangan.

Referensi

[1] Mauer, L., El-Sohemy, A. Prevalence of cilantro (Coriandrum sativum) disliking among different ethnocultural groups. Flavour. 1: 8. doi: 10.1186/2044-7248-1-8.

[2] Eriksson, N., Wu, S., Do, C.B., dkk. 2012. A genetic variant near olfactory receptor genes influences cilantro preference. Flavour. 1: 22. doi:10.1186/2044-7248-1-22.

Maulana Malik Nashrulloh

Maulana Malik Nashrulloh

Lulusan S1 Biologi Universitas Brawijaya (2016) dan S3 Bioteknologi KMUTT (2022). Kepala Divisi Bioteknologi dan Biologi Komputasi Yayasan Generasi Biologi Indonesia (2023-kini).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Kategori

Arsip

LAINNYA
x